pertama saya mulai aktif di mailist...
yg kedua , hari ini pas 40 hari telah berlalu saudara kita...
sengaja saya memang mau nulis after 40 hari
sebelumnya,
Tulus, saya ucapkan terimakasih tuk cak tatang...opung....keling....
atas kehadirannya di malam peringatan 40 hari almarhum
anda memang sahabat sejatinya almarhum..
terlepas dari kesibukan masing masing , baik yg di jakarta, bekasi atau manapun..
jujur ...saya sedih & malu... ternyata KEPEDULIAN ALB UPL kalah jumlah sama kepedulian teman teman Farmasi..
istri saya bilang
Mungkin , temen temen disini beragument gak bisa hadir krn :
- sibuk kerja, capai kerja, macet, hujan, nggak punya duit, khan bisa/sudah berdo'a di rumah,bukan tradisiku ada matangpuluhan , lupa, nggak dikasih tahu, nggak ada temen dan beribu alasan lainnya.
ITU SAH!! tapi bagi saya itu harga seorang Nggenong di mata temen temen..mudah mudahan saya salah.
Kata istriku : temen temenmu OMDO...(maafkan istri saya kl ada yg tersinggung)
atau saya yg salah terlalu membangga bangga kan UPL dimata istri?
adakah yg masih simpati dan kirim SMS ke istrinya..?
saya yakin tidak !!!
Jujur saya sedih & kecewa...
seorang Marsudiana yg bolehlah dinilai sangat aktif.....
Eks DanOps DIKSAR ....Anggota Badan Khusus... dan Ketua Expsedisi Soedirman 2
(Tak Ada itu Ke RUSIA RUSIAAN atau KILMANJARO tanpa ADA soedirman 2 !!!!) dsb..dsb....
menurutku, Banyak yg NGGENONG perbuat ke UPL atau ke anak anak UPL dari 1990 s/d kematiannya..
Tapi koq saya merasa alarhum dilupakan begitu saja.....ini baru 40 hari ...apalagi seorang ALB yg hanya sekedar aktif..?..
Seorang Reps yg tidak punya kenangan indah di organisasi saja bisa menghargai "kontribusi "Marsudiana...(Dimana Kita...?)
Banyak kenangan manis dan pahit baik 1990 s/d kematiannya...
tapi saya melihat dia bukan seorang yg kebetulan satu angkatan baik di UPL atau kampus ...atau satu fakultas. Saya melihat dia sebagai wujud UPL...Kebetulan satu bendera.Bendera UPL
saya bisa & sering benci atau sakit hati sama almarhum...
tapi saya bisa balik lagi rukun sepaham..ya karena saya tidak lupa sama semangat syal orange-nya , semangat UPL
Saya bisa & sering bahagia dgn almarhum...
Ya saya bersyukur,,, itu karena saya masuk UPL...
dan penilaian ini bagi saya berlaku buat semua member of UPL, bukan hanya seorang marsudiana...
sudah ach marah juga percuma ...
tapi ijinkan saya share..
- saya masih ingat jam 11.30 wib malaman ditahun 2004 pakai KATANA, saat divonis LGK oleh dokter , ngomong ra ya jie ke anak bojoku...? tengah malam mau mati di mobil saat mau ke ciganjur, malam malam ke RS dharmais tetapi ditolak terus ke RS Qadr..OMNI Hospital ...berulang kalai keluar masuk RS ....sampai akhirnya dia siap untuk meninggalkan KITA tapi
sebelum meninggal , SAYA INGAT dia pernah bilang :
TITIP ISTRI & ANAK ANAKKU..!!.
(nggenong sadar dia tdk akan mewariskan apa apa dan dia tahu aji belum sukses sementara ini , aku anggap ini sebagai amanah untuk mengkomunikasikan ke temen temen UPL lainnya) saat ini anaknya 2 , satu TK & yg gedhe kelas 2 SD
Apa yg kita lakukan sekarang ...tuk anak anak UPL itu ??
Ingat yg diwariskan almarhum itu cuma UPL...
dalam pikiran sentimentil saya" junior junior kita baik yg belum sukses mandiri, belum kerja atau sedang cari jati diri atau yg masih aktif di PWT, akan menilai dan memantau case ini..
ini case pertma seorang Alb meninggal dengan meninggalkan anak & istri yg belummmandiri...coba renungkan kalau itu terjadi didiri kita....
Mari kita lakukan hal yg pernah & sering kita lakukan...
Berbagi air saat naik gunung atau diksar...walaupun kita juga kehausan...
Berbagi isapan di puncak gunung yg karena rokoknya tinggal sebatang
Berbagi cahaya di gua karena baterainya habis
Berbagi cerita saat kita gundah gulana
Jangan sampai temen kita mati karena tidak Kita berikan satu tutup vedpless air
Jangan sampai saudara kita kedinginan karena tidak punya penghangat...
Jangan sampai anggota kita mati tersesat karena berjalan dikegelapan
jangan sampi rekan kita stress karena tidak ada yg mau mendengarkan...
Smoga semangat Kebersamaan itu masih ada dan TERJAGA..!!
Bagi rekan rekan ,saudara - saudaraku yg mau berbagi ,
atas semangat itulah & atas persetujuan istri almarhum ...telah dibuka Rekening BCA a.n DWI INDRIYATI NO/REK 473.106.8067, KCP PAMULANG.
No rekening ini tidak tercampur dengan apapun,dan khusus untuk keperluan anak anak almarhum terutama pendidikan anak anaknya (+/-300 ribu/month) dan kontrol/pengelolaannya 1 tahun kedepan ada di saya. Buku ada di saya dan akan saya print tiap bulan,akan saya laporkan pengeluarannya sedang ATM ada di anggota lain (Dedy Purbalingga), PIN -nya akan ada dipihak lain.Untuk menjaga transparansi dan fitnah.
target saya minimal 1 tahun kedepan atau sampai ibunya mandiri dan bisa mencukupi kebutuhan anak anak almarhum.
ini himbauan dan bukan paksakan...
saya berikan kesempatan & kehormatan buat temen temen almarhum tuk berbagi, kalau belum bisa berbagi saya hanya minta do'a agar air divedples ku penuh dan senter saya semakin terang agar bisa saya cover sendiri......
terimakasih & maju terus,
sapto :dubrak"agus setiaji
upl 91155 wanabajra
ph : 0819 082 097 09
