Minggu, 21 Desember 2008

Cemeti dari Aji

Hari ini ada 2 momentum bagi saya
pertama saya mulai aktif di mailist...
yg kedua , hari ini pas 40 hari telah berlalu saudara kita...

sengaja saya memang mau nulis after 40 hari


sebelumnya,
Tulus, saya ucapkan terimakasih tuk cak tatang...opung....keling....
atas kehadirannya di malam peringatan 40 hari almarhum
anda memang sahabat sejatinya almarhum..

terlepas dari kesibukan masing masing , baik yg di jakarta, bekasi atau manapun..
jujur ...saya sedih & malu... ternyata KEPEDULIAN ALB UPL kalah jumlah sama kepedulian teman teman Farmasi...

istri saya bilang : "Koq Anak Anak UPL yg Mas bangga banggakan sedikit yg datang..? kalah sama medical reps temen almarhum....?" mungkin itu juga yg Istri almarhum dan keluarganya ..pertanyakan.

Mungkin , temen temen disini beragument gak bisa hadir krn :
- sibuk kerja, capai kerja, macet, hujan, nggak punya duit, khan bisa/sudah berdo'a di rumah,bukan tradisiku ada matangpuluhan , lupa, nggak dikasih tahu, nggak ada temen dan beribu alasan lainnya.

ITU SAH!! tapi bagi saya itu harga seorang Nggenong di mata temen temen..mudah mudahan saya salah.
Kata istriku : temen temenmu OMDO...(maafkan istri saya kl ada yg tersinggung)
atau saya yg salah terlalu membangga bangga kan UPL dimata istri?

adakah yg masih simpati dan kirim SMS ke istrinya..?
saya yakin tidak !!!

Jujur saya sedih & kecewa...
seorang Marsudiana yg bolehlah dinilai sangat aktif.....
Eks DanOps DIKSAR ....Anggota Badan Khusus... dan Ketua Expsedisi Soedirman 2
(Tak Ada itu Ke RUSIA RUSIAAN atau KILMANJARO tanpa ADA soedirman 2 !!!!) dsb..dsb....
menurutku, Banyak yg NGGENONG perbuat ke UPL atau ke anak anak UPL dari 1990 s/d kematiannya..
Tapi koq saya merasa alarhum dilupakan begitu saja.....ini baru 40 hari ...apalagi seorang ALB yg hanya sekedar aktif..?..
Seorang Reps yg tidak punya kenangan indah di organisasi saja bisa menghargai "kontribusi "Marsudiana...(Dimana Kita...?)

Banyak kenangan manis dan pahit baik 1990 s/d kematiannya...
tapi saya melihat dia bukan seorang yg kebetulan satu angkatan baik di UPL atau kampus ...atau satu fakultas. Saya melihat dia sebagai wujud UPL...Kebetulan satu bendera.Bendera UPL

saya bisa & sering benci atau sakit hati sama almarhum...
tapi saya bisa balik lagi rukun sepaham..ya karena saya tidak lupa sama semangat syal orange-nya , semangat UPL

Saya bisa & sering bahagia dgn almarhum...
Ya saya bersyukur,,, itu karena saya masuk UPL...

dan penilaian ini bagi saya berlaku buat semua member of UPL, bukan hanya seorang marsudiana...

sudah ach marah juga percuma ...

tapi ijinkan saya share..
- saya masih ingat jam 11.30 wib malaman ditahun 2004 pakai KATANA, saat divonis LGK oleh dokter , ngomong ra ya jie ke anak bojoku...? tengah malam mau mati di mobil saat mau ke ciganjur, malam malam ke RS dharmais tetapi ditolak terus ke RS Qadr..OMNI Hospital ...berulang kalai keluar masuk RS ....sampai akhirnya dia siap untuk meninggalkan KITA tapi
sebelum meninggal , SAYA INGAT dia pernah bilang :

TITIP ISTRI & ANAK ANAKKU..!!.

(nggenong sadar dia tdk akan mewariskan apa apa dan dia tahu aji belum sukses sementara ini , aku anggap ini sebagai amanah untuk mengkomunikasikan ke temen temen UPL lainnya) saat ini anaknya 2 , satu TK & yg gedhe kelas 2 SD

Apa yg kita lakukan sekarang ...tuk anak anak UPL itu ??
Ingat yg diwariskan almarhum itu cuma UPL...
dalam pikiran sentimentil saya" junior junior kita baik yg belum sukses mandiri, belum kerja atau sedang cari jati diri atau yg masih aktif di PWT, akan menilai dan memantau case ini..

ini case pertma seorang Alb meninggal dengan meninggalkan anak & istri yg belummmandiri...coba renungkan kalau itu terjadi didiri kita....

Mari kita lakukan hal yg pernah & sering kita lakukan...
Berbagi air saat naik gunung atau diksar...walaupun kita juga kehausan...
Berbagi isapan di puncak gunung yg karena rokoknya tinggal sebatang
Berbagi cahaya di gua karena baterainya habis
Berbagi cerita saat kita gundah gulana

Jangan sampai temen kita mati karena tidak Kita berikan satu tutup vedpless air
Jangan sampai saudara kita kedinginan karena tidak punya penghangat...
Jangan sampai anggota kita mati tersesat karena berjalan dikegelapan
jangan sampi rekan kita stress karena tidak ada yg mau mendengarkan...

Smoga semangat Kebersamaan itu masih ada dan TERJAGA..!!

Bagi rekan rekan ,saudara - saudaraku yg mau berbagi ,
atas semangat itulah & atas persetujuan istri almarhum ...telah dibuka Rekening BCA a.n DWI INDRIYATI NO/REK 473.106.8067, KCP PAMULANG.

No rekening ini tidak tercampur dengan apapun,dan khusus untuk keperluan anak anak almarhum terutama pendidikan anak anaknya (+/-300 ribu/month) dan kontrol/pengelolaannya 1 tahun kedepan ada di saya. Buku ada di saya dan akan saya print tiap bulan,akan saya laporkan pengeluarannya sedang ATM ada di anggota lain (Dedy Purbalingga), PIN -nya akan ada dipihak lain.Untuk menjaga transparansi dan fitnah.

target saya minimal 1 tahun kedepan atau sampai ibunya mandiri dan bisa mencukupi kebutuhan anak anak almarhum.

ini himbauan dan bukan paksakan...
saya berikan kesempatan & kehormatan buat temen temen almarhum tuk berbagi, kalau belum bisa berbagi saya hanya minta do'a agar air divedples ku penuh dan senter saya semakin terang agar bisa saya cover sendiri.......



terimakasih & maju terus,

sapto :dubrak"agus setiaji
upl 91155 wanabajra
ph : 0819 082 097 09

Kamis, 20 November 2008

Perpustakaan, Cita-cita yang Terbengkalai

Suatu hari pagi yang cerah telpon berdering tertulis "Marsudiana". Terbersit pikiran ada apa pagi-pagi dah telpon. "selamat pagi pak" ujarnya suara dari serpong membuka pembicaraan. Setelah habis berbasa basi ia kemudian menyodorkan sebuah ide untuk membuat perpustakaan dirumahnya.

"Emang mau ditaruh dimana?" kata saya penuh selidik, mengingat genong yang tinggal di ruko sudah cukup sempit. "Ya di ruko, dekat koridor depan" ujarnya meyakinkan. Ia memaparkan keinginannya melihat perkembangan anak-anak diusia belia sebaya dengan Diah dan Fori yang masih minim bacaan.

"Emang sudah banyak koleksimu?" tanya saya lagi. "Baru ada sekitar 20 buku berbagai judul," katanya kemudian. "Makanya aku telpon ngasih tau kalau ada buku-buku di rumah bawa aja kesini lumayan buat nambah-nambah," katanya menghimbau.

Ia sangat yakin koleksinya akan terus bertambah mengingat banyaknya ALB UPL MPA UNSOED yang dijakarta. "Kalau 1 orang nyumbang 5 buku, saya yakin akan terkumpul 200 buku," katanya meyakinkan.

Bahkan dia berharap saya disuruh nyumbang 1 unit komputer yang bekas, yang penting bisa nyala dan bisa dipakai anak-anak di lingkungan sekitar rumah genong untuk belajar teknologi lewat komputer.

Beberapa waktu kemudian saya berkesmpatan maen ke Serpong dan ternyata kegiatan perpustakaan sudah berjalan, banyak anak-anak berkumpul dirumah genong. "Sayang koleksinya belum nambah jadi mereka sudah mulai bosan," keluhnya.

Saya belum banyak berbuat bagi cita-cita sahabat saya yang sangat mulia, kendati penyakit yang diidapnya bukan penyakit yang ringan. Namun Genong selalu gelisah untuk terus berbuat yang terbaik bagi lingkungannya

Rabu, 12 November 2008

kenangan di Citarum 2007


Kenangan Kebersamaan saat kegiatan di Sungai Citarum akhir 2007 lalu

Puisi dari Bang Bizier

Akhirnya,
kepadaMu jua kuserahkan
bulir-bulir peluh yang terakhir
setelah habis semua daya yang Kau perintahkan
setelah habis segala asa yang tersisa didunia

Akhirnya,
Raga ini kembali pada Mu
Karena segala berawal dariMu
Dan berakhir kepadaMu

Jangan menangis kawan,
Seperti telah kuserahkan semua yang kupunya,
Biar habis daya dan asa
Tapi airmataku,
Biar dia menguap,
dikedalaman mataku

seperti setiap saat begitu adanya
Namun kali
karena tiada ada penyerahanku tanpa upaya

kuserahkan,
asa yang penghabisan
karena tiada lagi yang

Abdul kadir Usman/Pelopor

Senin, 10 November 2008

Berani Pada Ular Takut Ma Ulat

Siapa tak kenal Genong, sedikit anak UPL yang bisa becanda dengan mahluk menakutkan yang bernama Ular. Kalau bangsa saya begitu melihat Ular dijamin pasti mengambil langkah seribu.

Sebaliknya genong. Ular baginya hanyalah sebuah permainan. Jangankan melihat ia bahkan sanggup mengendus keberadaan ular dari jarak 50 meter. Akan keahliannya ia pernah memaparkan, ketika semasa kecil ia sudah diperkenalkan dengan urusan ular. Temen-temen sedesanya hobinya menagkap ular dan menjualnya di kota.

Makanya ketika mahasiswa keahliannya menangkap ular benar-benar bisa menjadikannya salah satu instruktur survival yang handal. Bahkan mungkin hingga saat ini belum ada yang menyamai keahliannya menangkap ular.

Di setiap kegiatan kita selalu merayu genong untuk mencari ular untuk sekadar menambah lauk makanan menjadi lebih gurih. Dengan senang hati ia selalu berkata " arep sing berbisa apa siang ora" katanya sambil ngeloyor pergi.

Biasanya tak lama dia sudah menenteng minimal 1 ekor ular dan mengulitinya. Sedangkan yang lain terima bersih tinggal memasaknya.

Bahkan suatu waktu karena dia ingin menurunkan ilmu ularnya maka ia pelihara beberapa ular di sekretariat dan bahkan ular cobra. Untuk yang tidak berbisa biasanya malah ia lepas di sekre. Jadi sering terjadi teriakan kaget beberapa anggota UPL ketika mendapati ular sawah yang juga ngadem di sekre.

Namun sedikit orang yang tau bahwa Genong sangat penakut sama ulat, apa saja jenis ulatnya. Dan ketakutan pada ulat itu tidak maen-maen seperti kebanyakan orang yang takut sama ular ia akan ambil langkah seribu.

Suatu waktu saat ia menjabat sebagai Komandan Operasi pada sebuah Pendidikan Dasar, sebuah jabatan bergengsi saat itu. Ketika Long March saat Komandan Operasi lewat biasanya para siswa berdecak kagum dengan sosok pengendali operasi "ngerjain calong anggota".

Atas kegagahannya menjadi seorang DanOps timbullah keisengan saya melihatnya berjalan mendamping sisiwa. Kebetulan diantara semak-semak dedaunan ada seekor ulat nemplok. Saya ambil pake ranting dan saya bergegas mendekati Genong.

Beberapa panitia yang di belakang siswa sebagian tau kalau Genong takut sama Ular mulai mesam mesem melihat keisengan saya bergegas ke dekat genong. Dengan langkah mantap saya mendekati genong menjejerinya seraya berkata "Komandan apa kabar?" kata saya sambil mengacungkan ulat ke dia.

Begitu melihat ulat didekatnya kontan mimik mukanya terbelalak ketakutan, pucat dan langsung berlari ke depan pasukan. Ia tak peduli kalau disebelahnya siswa lagi mengaguminya. Dengan wajah ketakutan ia berlari kencang ke depan tanpa memedulikan imagenya sebagai DanOps mendekati seksi long march sambil memandang ke saya dengan wajah masam hi.....

Minggu, 09 November 2008

Mencoba Jadi Orang Kebal Api

Ketika di akhir kegiatan penelitian Mustika Pratiwi "Ika Merdeka" di vegetasi Samyang Rangkah, G Slamet Budi "Buna" Mulyana punya ide untuk melakukan latihan jungle survival di ketinggian lebih dari 2.500 m dpl. Saya lupa tahun berapa tapi antara tahun 1991-1992.

Kontan aja acara ini menarik minat para anggota yang masih bau kencur termasuk didalamnya Genong. Tak ayal lagi pondok penelitian yang kita namakan Segung menjadi seperti perkampungan. Maklum lebih dari 15 anggota yang masih muda termasuk anggota muda ikut serta di dalamnya.

Malam hari kita selalu ngumpul di depan 2 tenda besar, sembari mendengarkan ceramah dari sang kakak yang ahli mountaineering, siapa lagi kalau bukan Buna. Karena malam sudah mulai larut dan mata sudah sulit dibuka, satu persatu penduduk suku segung masuk ke tenda dan masuk ke kantung tidur.

Namun waktu itu Genong nampaknya belum bisa memejamkan mata. Waktu saya coba temani sambil menyalakan lilin karena perapian sudah dimatikan. Namun tak berapa lama kantuk tak bisa ditahan kendati rokok dan kopi panas buatan genong sudah habis terminum. Maklum siangnya kita harus membantu Ika Merdeka untuk melakukan penelitian.

Sebelum tidur saya ingatkan Genong yang masih duduk menikmati malam untuk mematikan lilin. Sambil berbaring Genong nampaknya masih menikmati indahnya malam di lembah Segung. Selintas ketika saya masuk ke kantung tidur Genong berada di pintu tenda sembari berbaring sambil masih menghisap rokoknya dalam-dalam.

Tak lama kemudian saya sudah berlayar ke pulau kapuk bersama teman-teman lainnya nikmat sekali malam itu. Entah sudah berapa lama saya tertidur tiba-tiba saya bermimpi kalau perkampungan Segung menjadi terang benderang, sambil membayangkan ada listrik disitu.

Ternyata terang benderang itu bukan mimpi melainkan api yang tengah membesar dari matras dekat Genong yang tengah terlelap di dekatnya. Masih setengah sadar saya bangunkan anak-anak karena saya berada di ujuang sebrang tenda.

Gegerlah seisi perkampungan sambil bingung cari cara untuk memadamkan api yang sudah mulai menjilat pintu tenda. Saya lupa disebelahnya genong dengan kepanikan langsung menyambar nesting yang didekatnya dan disiramkan ke tenda yang mulai terbakar. Api yang menyambar tendapun mati. Lama kemudian kita baru tau ternyata yang didalam nesting bukanlah air melainkan sop yang sengaja dibuat untuk makan pagi, nah lo.

Namun sumber api yang berasal dari matras belum padam dan masih menjilat-jilat. Ditengah kepanikan tiba-tiba Genong bangun dan dengan kepercayaan diri yang tinggi api yang membakar matras ditepuk dengan menggunakan tangan kosong. Sekali tepuk apipun mati.

Kita yang mengenal Genong sosok yang sakti karena sering berkomunikasi dengan mahluk gaib menganggapnya tengah mengeluarkan ilmu saktinya kebal api. Namun tiba-tiba Genong meraung-raung kepanasan sambil memegangi tangannya.

Ternyata Genong bukan mengeluarkan jurus saktinya kebal api namun karena bangun dan belum 100 persen bangun melihat ada api praktis aja dengan tangan kosong ia tepuk api yang sudah membesar.

Alhasilnya sebagian jarinya melepuh terkena leleran matras yang mencair dan itu menjadi kenang-kenangan.

Semangatmu Tak Pernah Padam

Blog ini aku dedikasikan pada salah satu sahabat terbaikku Marsudiana "genong". Leukemia memang telah menghentikan napasmu dalam pengarungan hidup ini. Tapi semangatmu untuk berjuang melawan leukemia membuat aku kagum.

Bagi rekan-rekan yang punya pengalaman atau sempat pnya kenangan baik manis pahit getir tawa tangis sedih duka senang semuanya, tuangkanlah disini.